Minggu, 02 Juni 2024

Menuju Sekolah Berbudaya Positif: Peran Fasilitator dan CGP Rekognisi dalam Membentuk Murid Berkarakter Mulia



Sebagai Fasilitator dan Calon Guru Penggerak (CGP) Rekognisi, saya memiliki peran penting dalam menciptakan budaya positif di sekolah. Budaya positif ini menjadi pondasi bagi terwujudnya pembelajaran yang optimal dan pengembangan karakter murid yang tangguh. Dalam upaya ini, saya menerapkan berbagai konsep inti, seperti disiplin positif, motivasi perilaku manusia, posisi kontrol restitusi, keyakinan sekolah/kelas, dan segitiga restitusi.

Penerapan Konsep Inti:

1. Disiplin Positif:

Saya membangun hubungan positif dengan murid, menjalin komunikasi yang terbuka dan saling menghormati. Saya membantu mereka memahami konsekuensi dari perilaku mereka, bukan dengan hukuman, melainkan dengan dialog dan refleksi diri. Hal ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan mendorong murid untuk membuat pilihan yang positif.

2. Motivasi Perilaku Manusia:

Saya memahami kebutuhan dasar murid, seperti rasa aman, dicintai, dan memiliki. Kebutuhan ini menjadi landasan bagi saya untuk memotivasi mereka belajar. Saya menggunakan berbagai metode, seperti penghargaan dan pengakuan atas usaha dan pencapaian mereka. Hal ini membangun rasa percaya diri dan mendorong mereka untuk terus berkembang.

3. Posisi Kontrol Restitusi:

Saya membantu murid menyelesaikan konflik secara damai dan konstruktif melalui dialog dan mediasi. Saya mendorong mereka untuk saling memahami dan mencari solusi bersama. Pendekatan ini menumbuhkan rasa empati dan keterampilan komunikasi yang efektif, mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang mampu berkolaborasi dengan baik di masa depan.

4. Keyakinan Sekolah/Kelas:

Saya bekerja sama dengan murid dan staf sekolah untuk membangun keyakinan bersama tentang bagaimana pembelajaran harus berlangsung. Keyakinan ini menjadi kompas yang menuntun proses belajar mengajar di sekolah. Kami menciptakan lingkungan belajar yang positif, saling mendukung, dan berpusat pada murid.

5. Segitiga Restitusi:

Saya menggunakan segitiga restitusi untuk membantu murid memahami konsekuensi dari tindakan mereka dan bagaimana mereka dapat memperbaiki kesalahan mereka. Pendekatan ini mendorong mereka untuk bertanggung jawab atas tindakannya dan belajar dari pengalaman. Hal ini membangun karakter yang kuat dan berintegritas.

Keterkaitan dengan Materi Sebelumnya:

Penerapan konsep-konsep inti ini terhubung erat dengan materi sebelumnya yang saya pelajari, seperti Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara, Nilai dan Peran Guru Penggerak, serta Visi Guru Penggerak.

Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara:

Filosofi Ki Hadjar Dewantara menekankan pada pengembangan karakter murid dan menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada murid. Hal ini sejalan dengan konsep disiplin positif, motivasi perilaku manusia, dan keyakinan sekolah/kelas yang saya terapkan.

Nilai dan Peran Guru Penggerak:

Nilai-nilai Guru Penggerak, seperti kolaborasi, kepemimpinan, dan inovasi, menjadi panduan bagi saya dalam menjalankan peran sebagai Fasilitator dan CGP Rekognisi. Saya berkolaborasi dengan murid dan staf sekolah, memimpin dengan teladan, dan selalu mencari cara-cara inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Visi Guru Penggerak:

Visi Guru Penggerak untuk mewujudkan murid merdeka, berkarakter mulia, dan mampu berkolaborasi menjadi tujuan akhir dari semua upaya saya. Saya yakin bahwa dengan menerapkan konsep-konsep inti dan keterkaitannya dengan materi sebelumnya, saya dapat memainkan peran penting dalam mencapai visi tersebut.



Dengan menerapkan konsep-konsep inti dan keterkaitannya dengan materi sebelumnya, saya yakin dapat memainkan peran penting dalam menciptakan budaya positif di sekolah yang mendukung pembelajaran optimal dan pengembangan karakter murid yang tangguh. Sebagai Fasilitator dan CGP Rekognisi, saya berkomitmen untuk memimpin dengan teladan dan menginspirasi orang lain untuk bergabung dalam upaya ini.

 


2 komentar:

  1. Benar Bu Juju tugas bersama untuk menciptakan disiplin positif, setelah kita mendapatkan pengetahuan tentang disiplin positif maka tugas selanjutnya adalah menerapkan disiplin positif di sekolah, dan kita juga berbagi praktik baik kepada seluruh rekan guru, supaya penerapan ini dilakukan secara menyeluruh.

    BalasHapus
  2. Benar banget bu juwairia,yang pertama adalah kita meyamakan persepsi budaya positif ini kepada pemangku jabatan seperti kepala sekolah pendidik n tenaga kependidikan agar bisa lebih terstruktur masif dan sistematis

    BalasHapus