Rabu, 10 November 2021

EFEKTIVITAS MEMADUKAN PEMANFAATAN KELAS MAYA DAN TV EDUKASI PRODUK PUSDATIN KEMDIKBUD PADA PTMT PESERTA DIDIK KELAS XI BDP DI SMK NEGERI 1 PEMULUTAN

 

Hari jumat merupakan jadwal tetap saya untuk melaksanakan pertemuan tatap muka terbatas (PTMT) dengan peserta didik kelas XI BDP pada mata pelajaran Bisnis Online. Saat tatap muka adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh peserta didik untuk bertemu guru dan membahas mengenai aktifitas mereka selama belajar daring dari rumah masing-masing. Tanggal 5 November 2021 merupakan pertemuan pertama dibulan November, dimana peserta didik sudah mengetahui materi apa yang akan dibahas nantinya. Pertemuan di hari Jumat kali ini membahas mengenai Penerapan Pemasaran dengan Sosial Media.

Lalu model pembelajaran apa yang cocok untuk materi ini? Karena kondisi PTM terbatas ini pertemuan dengan peserta didik hanya seminggu sekali dengan durasi  hanya dua jam saja, maka penting sekali adanya proyek yang dapat dikerjakan berteam atau individu oleh peserta didik. Akhirnya saya memilih model pembelajran Project Based Learning.

Jumat ini seperti biasa, agar pembelajaran lebih kontekstual maka peserta didik kelas XI BDP disajikan dahulu tayangan dari TV Edukasi News tentang “Lulusan SMK sudah ditunggu Dunia Usaha dan Industri”. Dengan melihat tayangan tentang perkembangan SMK terkini harapannya peserta didik kelas XI BDP dapat termotivasi untuk belajar dengan baik agar menjadi lulusan yang berkualitas, inilah manfaat menayangkan TV Edukasi, membuat pembelajaran menjadi kontekstual dan dengan mengamati tayangan dari TV Edukasi News tersebut peserta didik menjadi lebih kritis. Irawansyah salah satunya, peserta didik saya ini lahir dari seorang ibu yang merupakan penenun songket dan ayahnya seorang petani cabe. Setelah melihat tayangan dari TV Edukasi News, keinginannya untuk memajukan usahanya pun timbul. Irawansyah berujar “Bu, Saya seorang penenun songket, dari tayangan tadi, upaya apa yang harus saya lakukan agar usaha saya maju dan ketika lulus saya tidak menganggur?”. Pertanyaan inilah yang kemudian didiskusikan oleh peserta didik agar seluruh ide dan kreativitas mereka dapat tertuang.

Dari kegiatan diskusi tersebut maka ada sebuah ide dari Yuki Marisa anak didik saya untuk mengajak Industri UMKM songket lokal untuk berperan serta dalam mempromosikan produk dari Irawansyah. UMKM Songket Rumah Panggung adalah UMKM yang akan membantu peserta didik kami untuk meningkatkan penjualan songketnya. Lalu yang jadi pertanyaan saat ini adalah bagaimana cara memasarkannya?

Gambar 1: Peserta didik melakukan diskusi kelompok
                                         sumber: Dokumentasi pribadi

Akhirnya munculah sebuah ide untuk membuat flyer dari aplikasi canva sebagai media promosi. Yang nantinya flyer ini akan dipublikasikan ke sosial media peserta didik masing–masing. Selanjutnya postingan peserta didik ini di screenshot untuk dilampirkan di Kelas Maya. Sejujurnya saya sangat terbantu dengan menggunakan Kelas Maya sebab terdapat fitur pembobotan di dalamnya sehingga guru dapat mengetahui dimana letak kelemahan peserta didik dalam pembelajaran. Sekaligus keaktifan peserta didik dapat terekam melalui LMS Kelas Maya ini.


 Gambar 2 : Tampilan pembobotan di Kelas Maya Rumah Belajar
                                Sumber: Dokumentasi pribadi

Akhirnya dua tiga pulau terlampaui dengan pemanfaatan Rumah Belajar. Peserta didik mendapat wawasan lebih luas dan nyata dari TV Edukasi News. Penilaian peserta didik tersusun rapi dengan Kelas Maya. Kreativitas peserta didik dalam mengembangakan usaha lokal tampak meningkat. Melihat hal ini, semoga  guru-guru yang belum memanfaatkan Rumah Belajar, akan menggunakan portal ini pada pembelajaran berikutnya. Sangat sayang bila praktik terbaik ini hanya dilingkungan SMK Negeri 1 Pemulutan. Praktik baik ini saya dokumentasiakan dalam sebuah video Youtube berikut ini TV Edukasi News dan Kelas Maya Pada PTMT Peserta Didik Kelas XI BDP di SMK Negeri 1 PemulutanTetap jaya Rumah Belajar!


1 komentar: